Saham Naik 13 Kali Lipat, Bos Data Center Ungkap Sumber Duit Baru

cnbc | Kam, 10 September 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. (MGLV), perusahaan data center AI yang terafiliasi dengan Patrick Walujo, berencana membangun dua data center baru dengan total kapasitas 96 MW. Salah satu sumber dana pembangunan dua fasilitas tersebut adalah right issue yang akan dilakukan dalam waktu dekat. 

Presiden Direktur NexAI Ahmad Zulfikar Said menjelaskan saat ini perusahaan telah mengoperasikan satu data center AI di wilayah Jababeka dengan kapasitas 6 MW. Perusahaan berencana membangun satu data center berkapasitas 36 MW di Jababeka dan satu data center berkapasitas 60 MW di Batang.

Dia menjelaskan permintaan yang tinggi atas daya komputasi AI mendongkrak permintaan atas data center AI di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Komputasi AI, jelas Zulfikar, membutuhkan infrastruktur yang berbeda dengan data center biasa karena intensitas penggunaan energi yang lebih besar. Artinya, data center AI membutuhkan pasokan listrik lebih besar dan kemampuan pengelolaan suhu lebih baik.

"Permintaan global akan AI Data Center terus meningkat seiring dengan meningkatnya pemakaian AI dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia memiliki potensi besar untuk menangkap peluang pembangunan AI data center karena punya keunggulan di banding negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan negara ASEAN lainnya. Keunggulan termasuk lahan yang luas dan kompetitif harganya, ketersediaan sumber daya listrik dan air, serta konektivitas dengan adanya puluhan jalur kabel fiber optik bawah laut," katanya, Kamis (10/9/2026).

NexAI belum mengungkapkan secara detail dana yang disiapkan oleh perusahaan untuk pembangunan dua data center baru.

Namun, Komisaris Utama NexAI, Suriyanto, menjelaskan investasi yang dibutuhkan untuk membangun 1 MW data center AI biasanya berkisar US$ 10 juta.

Perusahaan berencana menggunakan dana hasil right issue 285.732.512 saham baru untuk membiayai pembangunan data center tersebut.

Sebelum berganti nama menjadi NexAI, MLGV adalah perusahaan furnitur bernama PT Panca Anugrah Wisesa. Nama Patrick Walujo sempat muncul di jajaran penerima manfaat akhir dari MGLV bersama Glenn Sugita dan Suriyanto.

Dalam satu tahun terakhir, harga saham MGLV telah melesat lebih 13 kali lipat, dari ditutup pada harga Rp 1.155 per lembar (10/9/2025) menjadi Rp.15.050 per lembar pada penutupan pasar hari ini, Kamis (10/9/2026).

(dem/dem)